iklan

7 Ritual Wanita Teraneh di Dunia

Cincin Leher - Thailand

Ada banyak hal berbeda yang dilakukan wanita, baik dipaksa atau tidak, untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya, perempuan di berbagai belahan dunia terpaksa menjalani ritual-ritual aneh, unik, dan seringkali menyakitkan demi mencapai standar kecantikan di masyarakatnya.

Beberapa contohnya antara lain ritual memakai sepatu kecil yang pernah ada di China, untuk mendapatkan 'Kaki Teratai' yang dulu dianggap glamor. Ada pula ritual memakai kalung yang digunakan oleh wanita dari suku Kayan, Thailand.

Ritual Chapadi di Nepal yang membuat wanita dijauhi setiap periode menstruasi, serta ritual paksa di Mauritania, Afrika. Tubuh wanita lebih gemuk dibandingkan lelaki. Tidak jarang, ritual ini melukai dan menyakitkan wanita. Namun, beberapa ritual masih dilakukan karena dianggap tradisi di masyarakat mereka tentunya yang bersangkutan.

Berikut beberapa ritual aneh yang dilakukan oleh wanita dari berbagai belahan dunia.

Daftar Isi:
  1. Ikipalin di Papua Barat
  2. Chaupadi di Nepal
  3. Kaki Teratai (Lotus Feet) di Cina
  4. Cincin Leher di Thailand
  5. Melukai Payudara di Afrika Barat
  6. Makan dan Minum Secara Paksa di Mauritania
  7. Piring Bibir di Ethiopia
7 Ritual Wanita Teraneh di Dunia

1. Ikipalin di Papua Barat

Menurut news.com.au, perempuan Suku Dani, Papua Barat, memiliki ritual bernama Ikipalin. Menurut ritual ini, jari mereka akan dipotong setiap kali ada saudara di keluarganya yang meninggal dunia.

Ini dilakukan untuk menghilangkan arwah mereka yang telah meninggal, serta untuk mengungkapkan kesedihan dan duka yang mendlam. Ritual yang dikenal dengan Ikipalin ini sempat dilarang oleh pemerintah beberapa tahun lalu. Namun, diduga sebagian orang masih mempraktikkan ritual tersebut hingga sekarang.

2. Chaupadi di Nepal

Sedangkan di Nepal ada ritual yang dilakukan saat wanita sedang haid. Menurut National Geographic, wanita dari beberapa bagian pedalaman Nepal akan dikeluarkan dari rumah setiap kali mereka menstruasi.
Bukan tanpa alasan, karena dianggap najis, tidak boleh disentuh, atau bahkan mendatangkan malapetaka. Karenanya, para wanita ini juga akan tinggal di gubuk atau di tempat-tempat terpencil.

Tidak jarang wanita menderita karena mereka di asingkan. Misalnya karena cuaca yang sangat panas, asap beracun di musim dingin, bahkan diperkosa saat hidup di pengasingan.

3. Kaki Teratai (Lotus Feet) di Cina

Ratusan tahun yang lalu, ada ritual yang dilakukan wanita di China. Para wanita dipaksa memakai sepatu yang sangat kecil dan runcing ke hidung untuk mendapatkan bentuk kaki yang diinginkan, yang juga dikenal sebagai 'Kaki Teratai'. Dulu, jenis kaki ini dianggap sebagai standar kecantikan yang didambakan di negeri China.

Kemudian ritual ini kemudian dilarang oleh Mao Zedong, pimpinan komunis China dan pendiri Republik Rakyat China pada tahun 1950, karena diduga tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan kehidupan modern di negeri China. Namun, beberapa wanita yang terpaksa menjalani ritual kecantikan ini masih hidup dengan Kaki Teratai hingga saat ini.

4. Cincin Leher di Thailand

Anda mungkin sudah cukup familiar dengan salah satu ritual ini. Wanita suku Kayan yang tinggal di kawasan Mae Hong Son, Thailand ini dikenal dengan ritual memakai kalung yang sudah mereka pakai sejak kecil.

Seperti dilansir The Sun, para wanita itu mulai memakai gelang logam saat berusia 5 tahun. Mereka tidak dilarang melepas cincinnya, tapi ini dianggap sebagai simbol kecantikan di daerah tersebut, yakni memiliki leher yang panjang dan langsing.

5. Melukai Payudara di Afrika Barat

Ada ritual yang dilakukan oleh wanita di Afrika Barat, Yaitu "menyetrika dada mereka". Menurut The Guardian, hal tersebut dilakukan ibu terhadap anaknya, dalam upaya melindungi anaknya dari perhatian yang tidak diinginkan, seperti contoh: pelecehan seksual bahkan pemerkosaan dan lain sebagainya.

Menurut Quartz Africa, cara ini dilakukan dengan menggunakan sejumlah alat untuk mengetuk, memijat, bahkan hingga sampai dadanya merata. Namun, ritual ini menuai kritik dari berbagai pihak.

Para ahli medis dan korban mengatakan bahwa ritual tersebut adalah penyiksaan terhadap anak-anak, yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dan psikologis. Antara lain dengan menimbulkan infeksi, kerusakan payudara, bahkan kanker payudara ini bisa saja terjadi.

6. Makan dan Minum Secara Paksa di Mauritania

Sedangkan di Mauritania, Afrika Utara, ada ritual yang disebut leblouh atau gavage yang memaksa perempuan muda untuk makan. Tujuannya untuk menarik perhatian para pria di daerah tersebut, karena wanita obesitas dinilai menarik di daerah rawan kekeringan ini.

Menurut laporan yang ada, bahkan wanita berusia enam tahun akan dipaksa minum hingga 20 liter susu, dua cangkir mentega, serta setidaknya dua kilogram millet (satu sereal) pada setiap libur sekolah.

Ini dilakukan agar mereka bisa mencapai kuota 16.000 kalori disetiap harinya. Mereka akan dipaksa untuk menghabiskan makanan mereka dan akan dihukum jika mereka tidak melakukannya.

7. Piring Bibir di Ethiopia

Dalam laporan Huffpost, wanita suku Mursi dan Surma di Ethiopia akan memasang piring yang terbuat dari kayu atau tanah liat di bibir mereka. Ini dilakukan untuk memamerkan kecantikan dan status mereka. Biasanya, piring ini pertama kali diletakkan di bibir anak perempuan setelah mereka melewati masa pubertas.

Adapun cara memasang piring bibir ini adalah membuat lubang di bibir, yang disertai dengan pengangkatan beberapa gigi geraham bawah. Seiring waktu, penutup bibir akan semakin membesar, bahkan mungkin lebih dari 12 cm. Katanya, semakin besar piringnya, semakin besar mahar yang akan diterima seorang wanita saat mereka menikah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel