iklan

Cara Merawat Aki Mobil Agar Tetap Awet

Generalsip.com-Baterai (aki) merupakan bagian penting pada kendaraan. Yang pertama-tama, karena aki berfungsi menyediakan arus listrik, yang kedua, aki berfungsi menstabilkan tegangan kendaraan dan mengamankan alternator jika tidak dapat menutupi beban listrik yang diperlukan.

Image Source: pixabay.com

Selain itu, sebenarnya ada jam kerja tertentu pada baterai. Karena kondisi jalan dan penggunaan baterai masing-masing pengguna berbeda, usia tidak dapat diperkirakan secara tepat. Namun, beberapa pakar baterai memperkirakan usia rata-rata pada baterai adalah mencapai dua hingga empat tahun lamanya.

Bisnis Kesehatan - Seks Kuliner Pertanian - Rumah adat Puisi - Budaya - Tarian - Tempat wisata Tempat makan - Tips & trik Otomotif Ucapan lebaran - Celebrty Beauty - Blogger 

Nah, sebelum Anda memulai perawatan apa pun, beberapa hal perlu dipertimbangkan untuk alasan keamanan, seperti jangan menyalakan api di dekat baterai, misalnya menyalakan korek api dan merokok. Karena baterainya mengandung bahan peledak hidrogen yang sangat cepat merespon jika ada api.

Kemudian jauhkan baterai dari jangkauan anak-anak karena komponen baterai terbuat dari bahan kimia berbahaya. Lebih baik menggunakan kacamata pengaman saat memasukkan atau memasangn baterai. Karena percikan baterai sangat berbahaya jika terkena mata dapat menimbulkan kebutaan dan dapat merusak kulit .

Agar baterai bertahan sesuai dengan kemampuannya, perawatan baterai mutlak harus benar-benar dilakukan. Dalam baterai konvensional, airnya mudah menguap. Ini mengharuskan Anda untuk menambahkan air baterai secara teratur. Untuk membuatnya bekerja secara optimal, Anda dapat menyimak tips berikut dibawah ini.

1. Matikanlah Sistem Kelistrikan Pada Mobil

Ketika Anda memanaskan pada mobil, yang terbaik adalah tidak menyalakan AC atau perangkat elektronik lainnya. Karena kondisi baterai tidak sepenuhnya terisi listrik. Panaskan selama 5 hingga 10 menit sehingga baterai siap sepenuhnya untuk memberi daya pada sistem listrik.

Setelah mengemudi, jangan lupa mematikan semua komponen listrik sebelum mematikan mesin. Tujuannya agar arus pada baterai tidak berkurang. Ini memudahkan Anda untuk menghidupkan kembali mesin mobil.

2. Periksalah Level Cairan Atau Air Baterai

Periksa level air baterai dengan hati-hati. Memeriksa level baterai adalah penting. Air tidak boleh di bawah level minimum atau level rendah. Pengisian air tidak boleh melebihi level batas. Karena ketika baterai panas, air bisa disemprotkan dengan uap yang sangat korosit.

Tetapi, jika level air di bawah dosis, tambahkan sehingga cukup. Penambahan air baterai disarankan untuk menggunakan air baterai murni, bukan air baterai zuur, tujuannya agar aman sel baterai tidak cepat rusak.

3. Perhatikanlah Kebersihan Pada Aki

Perhatikan kebersihan permukaan baterai di kutub minus dan plus. Jika terminal baterai kotor, arus listrik tidak dapat mengalir dengan sempurna. Akibatnya, akan terjadi satu kutub daya hilang. Kerusakan terminal secara bertahap dan dapat menyebar ke perangkat elektronik. Jika Anda melihat kerak kehijauan dan kotoran di terminal baterai, segera bersihkan.

Adapun caranya cukup mudah, Anda bisa menggunakan air panas secukupnya lalu menyikatnya sampai bersih. Setelah dibersihkan, kencangkan sekrup klem baterai. Pastikan baterai selalu dalam posisi tetap dan tidak beralih. Baterai yang mudah terguncang saat kendaraan bergerak dapat dengan mudah rusak. Jadi jika beterai goyang segeralah untuk dikencangkan kembali.

4. Periksa Kinerja Baterai 

Anda dapat memeriksa kapasitas baterai dengan tester. Atau bawa ke spesialis kusus baterai. Periksa satu daya dan pastikan baterai berfungsi dengan baik. Karenanya, baterai tanpa daya dapat memengaruhi sistem kelistrikan kendaraan. Yang paling penting adalah agar otak mobil (ECU) berjalan dengan lancar.

Baterai MF paling mudah untuk keperluan perawatan. Tampilan pengoperasian nya juga sangat jelas. Ada warna hijau dan merah. Periksa apakah indikatornya merah, jika berwarna merah baterai harus segera diganti. Hal lainnya, apabila berwarna hijau, artinya baterai masih baik dan sangat layak untuk digunakan.

5. Periksa Kebocoran Baterai

Lakukanlah pemeriksaan pada aki apakah baterai bocor atau tidak, jika aki bocor maka ini dapat terjadi pada bodi baterai atau pada penutup aki tersebut. Apabila kebocoran itu terjadi dan tidak cepat ditangani, maka yang terjadi air kaustik tersebut dapat merusak badan baterai dan bahkan komponen lainnya juga akan ikut rusak.

Jika ada kebocoran pada bodi baterai, makan baterai harus segera diganti dengan yang baru. Jika hanya muncul di tutupnya, dapat dikencangkan atau diganti dengan penutup baterai yang baru.

6. Pasanglah Aki Dengan Biak

Yah, itu tampak mudah, namun jarang diperhatikan oleh banyak orang. Jika Anda ingin membuka baterai, lepaskan terlebih dahulu pengait pada kutub negatif dan kemudian lepaskan pada pengait positif. Namun sebaliknya jika Anda ingin memasang kembali pada baterai, pasanglah kutub positif baru setelah itu negatif. Tujuannya adalah untuk menghindari corsleting pada baterai tersebut.

Sekian semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda, selamat mencoba.

Baca Juga:
Bisnis Kesehatan - Seks Kuliner Pertanian - Rumah adat Puisi - Budaya - Tarian - Tempat wisata Tempat makan - Tips & trik Otomotif Ucapan lebaran - Celebrty Beauty - Blogger 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel