Mengalami Pecah Ban, Apa Yang Harus Anda Lakukan? - GENERALSIP . COM

iklan

Mengalami Pecah Ban, Apa Yang Harus Anda Lakukan?

Bisnis - Kesehatan - Seks Kuliner Pertanian - Rumah adat Puisi - Budaya - Tarian - Tempat wisata Tempat makan - Tips & trik Otomotif Ucapan lebaran - Celebrty - Beauty

Generalsip.com-Mengemudi tidak semudah yang Anda pikirkan. Terutama pada saat ban rusak atau ban pecah,karena dapat menyebabkan mobil terbalik. Bahkan risiko cedera, kecelakaan atau kematian. Dan paling berbahaya jika ban sobek di depan kanan atau kiri. Jadi apa yang harus dilakukan ketika ini terjadi?

Image Source inspiradata.com

Apabila mengalami pecah ban saat mengemudi, pengemudi hanya dapat bereaksi selama satu detik. Jadi apa yang perlu dilakukan, jangan panik dan lepaskan pedal gas. Tujuannya untuk mengerem kendaraan secara perlahan menggunakan rem mesin.

Pengemudi harus menyetir kendaraan ke arah target (pegang kemudi pada posisinya dengan dua tangan 9-3). Sesuaikan arah tujuan dengan lancar, jangan sampai melakukan mengemudi dengan gerakan yang kasar apalagi secara mendadak, ini jangan sampai dilakukan.

Tapi, ada baiknya hal ini tidak harus diharapkan sehingga tidak ada kerusakan ban depan atau belakang. Lima langkah sederhana berikut diinformasikan oleh Abdurrohman.


Lakukan pemeriksaan rutin dan perawatan ban mobil. Misalnya, Anda dapat memeriksa setiap pagi, ini dilakukan sebelum kendaraan bergerak. Yang terpenting, pastikan ban masih dalam kondisi yang sesuai dengan usia yang direncanakan.

Jaga tekanan ban dan jangan terlalu rendah. Isi angin sesuai dengan rekomendasi pada label ban. Kemudian gunakan nama ban yang sesuai. Anda juga perlu mengetahui indeks kecepatan ban mobil.

Pengemudi supaya dapat memastikan bahwa sabuk pengaman harus menahannya pada posisinya yang baik dan tepat. Ini berarti bahwa tali bahu harus ditarik ke atas lagi setelah sabuk pengaman dipasang. Anda juga harus memastikan bahwa semua penumpang diperiksa menggunakan sabuk pengaman dengan sebenar-benarnya.

Kecepatan kendaraan harus sesuai dengan aturan yang direkomendasikan. Misalnya 60 km / jam di sebelah kiri dan 80 km / jam saat menyalip kendaraan lain. Jangan mengemudi di jalur kanan jalan raya dengan kecepatan rendah. Ini tidak hanya mengganggu driver lain, tetapi juga membahayakan Anda. Ada kemungkinan kendaraan Anda akan di tabrak dari belakang.

Ini tidak boleh diabaikan yaitu jangan lupa untuk selalu menggunakan teknik mengemudi defensif driving. Misalnya, saat Anda mengemudi untuk mengenali semua bahaya yang mungkin terjadi. Bentuk visual kemudian digunakan untuk mengekspresikan kata ketika kondisi mendesak. Ini memberitahu penumpang lainnya.

Apa yang harus dilakukan

1. Periksa tekanan angi pada ban

Berkendaralah dengan santai, dan selalu waspada. Cobalah untuk melihat jauh ke depan, mata Anda selalu bergerak, berkomunikasi dengan pengguna jalan lain dan menjaga kecepatan kendaraan. Cobalah untuk membuat ruang untuk menghindari kendaraan lain. Seberapa jauh Tetap di depan kendaraan dalam waktu empat detik.

Anda mungkin bertanya mengapa seharusnya empat detik. Berikut ini simulasi. Detik pertama digunakan oleh mata untuk melihat kendaraan. Detik kedua merespons otak. Detik ketiga memerintahkan otak untuk mengerem atau menginjak pedal rem. Pada tanggapan pengereman kedua terakhir untuk ban mobil. Jadi semakin cepat Anda berkendara, maka semakin jauh jarak ke kendaraan di depan.

2. Tidak menginjak pedal rem

Bukan hanya itu saja, ada hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan jika ban rusak atau pecah. Pedal rem tidak boleh dioperasikan. Karena dapat meningkatkan beban pada ban yang rusak, ban itu menjadi semakin tertekan.

Secara khusus, jika roda kemudi ditarik ke arah ban yang rusak, ini bisa berakibat fatal. Juga tidak disarankan untuk menginjak kopling. Ini karena kendaraan tergelincir lebih cepat dan fungsi deselerasi rem mesin tidak berfungsi.

3. Dilarang menurunkan gigi kendaraan

Ada lagi. Pengemudi dilarang menggeser gigi ke posisi rendah (downshifting). Mungkin itu berarti kecepatan kendaraan melambat. Tapi ingat, penghitungan dilakukan dalam sepersekian detik. Juga dilarang menambah kecepatan paling lambat, karena ini dapat menyebabkan kendaraan menjadi liar (oversteer atau understeer).

Jika ban depan yang pecah adalah kondisi di mana kendaraan sangat sulit diprediksi dan dikendalikan. Pada kecepatan berapa pun, pengemudi harus memastikan bahwa keseimbangan kendaraan dapat dikontrol dengan baik. Karena kita sendiri tidak pernah mengetahui kapan itu akan terjadi. Semoga saja itu tidak terjadi pada diri kita. Aamiiin.

Apabila Anda mengemudi di jalan tol dengan kecepatan lebih yaitu 100 km / jam, maka Anda harus tanyakan pada diri sendiri. Jika ban depan rusak atau ban pecah, dapatkah Anda mengendalikannya? Jawaban cerdasnya adalah mengurangi kecepatan dari 30 hingga 40 km / jam. Berkendara hak untuk sampai ke tujuan Anda dengan aman selamat lancar dan barokah'' kata abdurrohman.

Sekian ulasan singkat ini disampaikan, semoga ini bermanfaat bagikita semua. Ikuti terus informasi yang kami sajikan di blog generalsip.com ini.

Anda Bisa Mengunjungi Halaman Lain Dengan Cara Mengklik Link Dibawah Ini:
Bisnis - Kesehatan - Seks Kuliner Pertanian - Rumah adat Puisi - Budaya - Tarian - Tempat wisata Tempat makan - Tips & trik Otomotif Ucapan lebaran - Celebrty - Beauty

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel