iklan

Ada 3 Jenis Rem Cakram. Berikut Fungsi dan Perbedaannya

Generalsip.com-Untuk meningkatkan faktor keselamatan ketika berkendara, banyak sepeda motor terbaru dilengkapi dengan rem cakram atau sistem disc brake. Akan tetapi, rem cakram ini sebenarnya mempunyai tiga jenis saja yaitu floating, fix, dan semi-floating.

Image Source: pixabay.com

Lantas apa perbedaan antara ketiga jenis rem cakram itu?

Mengutip situs web resmi Suzuki Indonesia, yang pertama adalah rem cakram yang biasa digunakan oleh sepeda motor dengan mesin kecil atau di bawah 150cc. Sifat-sifat tipe rem cakram ini terintegrasi langsung ke dalam pelek.

1. Rem cakram tipe fix
Jika berbicara soal harga, rem cakram tipe fix ini termasuk yang termurah karena cocok untuk sepeda motor yang punya CC kecil. Penggunaannya juga sangat baik dalam kondisi tertentu, tetapi jika cakram terlalu panas, itu menyebabkan sedikit masalah karena tidak dapat mengembang dan memuai.

2. Rem cakram tipe semi-floating
Adapun yang kedua, yaitu rem cakram semi-floating(mengambang), biasanya digunakan oleh mesin besar pada skala 250 cc ke atas. Jenis rem cakram yang satu ini berbeda dari cakram fix yang disatuakn dengan pelek. Model semi-floating diantara rem cakram dan dudukan dipisahkan dari pelek sehingga bagian luar mengambang.

3. Rem cakram tife floating
Jenis terakhir adalah rem cakram floating, yang umumnya digunakan untuk keperluan balap. Komponen terdiri dari pembawa rotor, tombol apung, dan cakram rem. Dengan komposisi ini, konstruksi apung ini berguna untuk mencegah cakram menjadi membengkok saat terjadi gesekan, yang menyebabkan suhu panas tinggi, dan saat pengereman dengan intensitas tinggi.

Jangan lewatkan, ini adalah 3 tanda waktunya untuk mengganti bantalan rem

Rem adalah salah satu komponen terpenting kendaraan. Digunakan untuk memperlambat dan menghentikan rotasi roda pada kendaraan terutama kendaraan bermotor. Rem harus selalu diperhitungkan agar dapat bekerja secara optimal.

Untuk fungsi yang sangat penting ini, pemilik kendaraan harus memperhatikan kondisi bantalan rem, karena perubahan tidak dapat ditentukan berdasarkan jarak yang ditempuh.

Dilansir dari situs resmi Auto2000, ada tiga tanda-tanda untuk mengetahui kondisi rem:

1. Rem bergetar
Tanda yang pertama yang bisa dirasakan ketika rem bermasalah adalah terjadinya getaran saat pengereman atau bahkan pada kecepatan tinggi. Getaran terjadi karena kampas rem telah habis karena tidak memiliki permukaan yang rata ketika rem di injak.

Getaran ini juga mempunyai beberapa tingkatan, itu berarti kampas rem benar-benar sudah habis dan perlu cepat diganti.

2. Berbunyi ketika pengereman
Karakteristik lain adalah terjadinya mencicit saat menginjak rem. Dengan menipiskan bantalan rem, hanya sedikit yang tersisa, sehingga saat Anda menginjak rem, besi segera saling bersentuhan dan mengeluarkan bunyi mencicit.

Semakin tipis lapisan rem, semakin keras bunyi cit-cit rem. Karena itu, jika Anda mengalami suara-suara aneh, segera periksa kendaraan Anda.

3. Menginjak pedal rem terlalu dalam
Hal terakhir yang dapat menunjukkan bahwa bantalan rem habis adalah kedalaman rem. Kedalaman pengereman yang dimaksud adalah kondisi saat pengereman.

Pemilik kendaraan ketika menginjak rem sangat dalam agar rem bekerja. Ini tidak boleh diabaikan karena ini menunjukkan bahwa bantalan rem kendaraan sudah sangat tipis.

Itulah ulasan tentang pengereman cakram yang harus Anda perhatikan, semoga bermanfaat.

Baca Juga:
Bisnis Kesehatan - Seks Kuliner Pertanian - Rumah adat Puisi - Budaya - Tarian - Tempat wisata Tempat makan - Tips & trik Otomotif Ucapan lebaran - Celebrty Beauty - Blogger 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel