iklan

Jangan Membuat Anak Anda Korban Ancaman Perceraian, Hindari Yang Berikut Ini

Generalsip.com-Perceraian memiliki dampak negatif pada keluarga, terutama anak-anak. Anak-anak adalah korban perceraian orangtua terbesar. Beberapa anak yang keluar dari produk rumah tangga(broken home) berada di luar kendali dan memiliki masalah sosial.

Sumber gambar: gulalives.co

Karena perceraian memiliki dampak terburuk pada anak-anak karena mereka mungkin merasa bingung ketika mereka mulai menyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan baru dan menyulap kehidupan di dua rumah yang berbeda.

Belum lagi, kebingungan tentang mengapa perceraian terjadi dan selalu bertanya-tanya apakah itu salah saya.Nah itulah beberapa tantangan umum yang dihadapi anak-anak dari keluarga yang bercerai.

Sesudah perceraian, kebutuhan psikologis anak meningkat secara signifikan, ketika anak-anak hidup dalam pasang surut, dan mungkin dalam ekonomi yang penuh dengan rasa bersalah, ketakutan, dan kebingungan.

Jangan menekankan anak-anak dalam situasi yang tidak dapat mereka kendalikan. Anak-anak seharusnya tidak memikul tanggung jawab seperti itu. Ini menambah perasaan tidak berdaya dan tidak aman, membuat mereka mempertanyakan kekuatan dan kemampuan mereka.

Janganlah meminta anak-anak untuk menangani masalah orang dewasa. Anak-anak belum siap untuk memahami permasalahan orang dewasa. Ini adalah tanggung jawab Anda untuk mengatasi fleksibilitas dan masalah keuangan.

Mereka perlu fokus menavigasi melalui berbagai tahap perkembangan anak.

Inilah beberapa hal yang dibutuhkan anak-anak dari keluarga yang bercerai.


1. Anak-anak harus menjadi diri mereka sendiri, tugas mereka adalah belajar dan bersenang-senang. Masa kanak-kanak adalah masa depan mereka, tidak perlu memasukkan masalah perceraian.

2. Anak-anak tidak perlu tahu detail perceraian dan mendengarkan perselisihan yang terjadi. Ini adalah tanggung jawab orang tua untuk melindungi anak-anak mereka dari gangguan emosional dan verbal.

3. Menjaga rutinitas harian dan mingguan tanpa modifikasi dapat membantu anak-anak tetap fokus dan bebas dari masalah.

4. Pastikan anak-anak tahu bahwa mereka memiliki prioritas tertinggi.

5. Ingat bahwa anak-anak mungkin merasa lemah dan sedih. Itulah mengapa penting untuk selalu tetap kuat dan positif. Berikan prioritas untuk mencari perawatan secara emosional dan mental. Anda harus kuat, tidak hanya untuk diri Anda sendiri, tetapi juga untuk anak-anak.

Penutup:
Jika rumah tangga bisa diselamatkan maka selamatkanlah dengan cara yang baik dan lakukanlah. Namun jika rumah tangga tidak bisa diselamatkan maka kendalikanlah dengan baik pula. Catatan yang terpenting adalah jaga keharmonisan rumah tangga agar perceraian tidak terjadi, adapun untuk menuju keharamonisan rumah tangga adalah, sebagai seorang suami tahu kewajibannya dan sebagai seorang istri juga tahu akan kewajibannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel