iklan

9 Budaya Indonesia Yang Hampir Hilang

Generalsip.com-Indonesia memang terkenal dengan ke aneka ragam seni dan budayanya.  Kebudayaan dan kearifan lokal Indonesia yang telah diturunkan dari generasi ke generasi pada akhirnya dapat terkikis setelah majunya teknologi di zaman ini, di sini ada 7 budaya Indonesia yang hampir hilang.

Dalam perjalanan perkembangan teknologi, telah muncul bahwa ini mempengaruhi penyebaran globalisasi. Akibatnya, sejumlah kearifan lokal yang melekat dalam kehidupan Indonesia semakin memudar, bahkan nyaris akan punah. Ya, negara kita memiliki banyak tradisi dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi dan yang harus kita pertahankan.

Sayangnya, beberapa tradisi dan budaya yang kita miliki tampaknya semakin dirusak oleh waktu. Dimulai dari pengobatan secara herbal hingga upacara tabu tradisional dan lain sebagainya, berikut adalah 7 kearifan lokal Indonesia yang hampir hilang.

1. Leuit Atau Lumbung Padi

Image Source: awasenak.wordpress.com

"Leuit" merupakan bahasa Sunda dan berarti lumbung padi. Bangunan tempat beras disimpan biasanya terletak di tanah Sunda, khususnya di wilayah Majalengka di Jawa Barat. Pada zaman kuno, para petani menanam tanaman mereka di Leuit dan menyimpannya sampai periode musim paceklik tiba.

Ini bertujuan padi yang dikumpulkan, nantinya akan dibagikan kepada penduduk desa, ketika musim Panceklik datang pada desa mereka. Leuit sangat jarang ditemukan saat ini, bahkan jika ada Leuit tidak lagi diperlukan untuk kebutuhan bersama akan tetapi dimanfaatkan untuk pribadinya.

2. Kopi Tumbuk Lesung


Image Source: www.cnnindonesia.com

Kopi  tumbuk merupakan biji kopi yang ditumbuk atau dihancurkan dengan memakai lesung, juga dikenal sebagai cara yang sangat tradisional. Di masa lalu, produksi kopi masih bergantung pada tenaga manusia. Kopi lesung merupakan salah satu yang sering dipakai orang jaman dahulu, namun kini sudah tidaka ada lagi kopi tumbuk yang menggunakan lesung.

3. Obat Herbal

Image Source: www.matamatanews.com

Di masa lalu, ketika anak-anak sakit atau terluka, orang tua merawat mereka dengan obat alami. Contohnya beras Kencur untuk menyembuhkan atau mengatasi memar pada bagian tubuh, dan campuran minyak dan bawang putih untuk mengobati masuk angin dan masuk influenza. Belum lagi banyak orang yang bergantung pada obat herbal untuk menjaga kesehatan dan stamina mereka. Sehingga kita tidak heran kalau masih banyak tukang jamu gendong yang menggendong jamunnya dengan cara berjalan kaki. Tapi sekarang sudah mulai tidak ada, bahkan mungkin malah tidak ada.

4. Kerja Bakti atau Gotong Royong

Image Source: Banten Raya.com

Kearifan lokal juga dapat mempengaruhi kesejahteraan dan kerukunan masyarakat di suatu daerah. Di masa lalu, budaya gotong royong masih sangat mengakar di masyarakat, terutama di desa-desa. Penduduk desa biasanya berpatroli secara bergantian setiap malam hari untuk memastikan keamanan bersama. Ada juga gotong royong dalam membersihkan jalanan dan selokan air, yang biasanya berlangsung setiap hari Minggu. Apakah penduduk desa di desa Anda masih bekerja bersama? Semoga saja masih ada ya.

5. Jagung Urap

Image Source: today.line.me

Coba sekaramg siapa yang sering makan brondong jagung yang dijual oleh penjual yang berkeliling kampung, sewaktu masih kecil? Jika ada, usia Anda mungkin tidak muda lagi. Makanan khas Indonesia ini terbuat dari jagung dan serpihan kelapa yang cukup langka saat ini. Orang Jawa lebih mengenal grontol, sedangkan makanan tradisional ini biasa disebut dengan istilah urap jagung. Padahal cara pembuatannya sangatlah mudah, namun sekarang sudah mulai sangat jarang atau bahkan tidak ada lagi.

6. Gaok

Image Source: YouTube .com

"Gaok" berasal dari istilah "Ngagorowok" ("menjerit") ini dalam bahasa Sunda. Gaok adalah seni lisan khas Majalengka, yang juga terpinggirkan karena pengaruh waktu dan kemajuan zaman saat ini. Ketika seniman melakukan Gaok, ia membaca Wawacan (juga disebut skenario), yang berasal dari sastra Jawa, dengan nada merdu, diiringi oleh musik gamelan khas dari Sunda. Jangankan didaerah lain di daerah asalnya saja sudah tidak ada lagi.

7. Lagu Si Jali-Jali 

Image Source: www.seputarmusikal.com

Ada juga lagu jali-jali, yang merupakan lagu dari Betawi. Lagu ini juga warisan budaya yang juga harus dilestarikan. Jangan biarkan negara lain mengklaimnya lagi yang mana mereka mengakui sebagai warisan budaya nenek moyang mereka.

8. Lagu Rasa Sayange 

Image Source: www.seputarmusikal.com

Yang berikutnya adalah lagu rasa sayange dan si jali-jali, sebenarnya Indonesia kaya akan seni budayanya. Selain tarian dan alat musik yang dikenal luas sebagai Situs Warisan Dunia, lagu-lagu tradisional seperti lagu rasa Sayange yang sudah diakui oleh UNESCO. Lagu rasa Sayange berasal dari Maluku dan merupakan ekspresi dan kasih sayang antara orang-orang Maluku.

Lagu ini juga diklaim dan diakui oleh negara-negara tetangga. Tetapi negara Indonesia telah berhasil mempertahankannya. Lagu ini adalah warisan budaya yang juga harus dilestarikan. Jangan biarkan negara lain mengklaimnya lagi sebagai warisan budaya nenek moyang mereka. Akan tetapi ironisnya lagu ini sudah jarang di nyanyikan baik di acara-acara tertentu atau ketika dilingkungan pendidikan dasar atau menengah keatas.

9. Tabuik 

Image Source: Travel - Tempo.co

Tabuik adalah upacara di mana memikul jenazah yang berasal dari Sumatra Barat . Upacara diadakan untuk mengenang Asyura pada tanggal 10 Muharram, tanggal kematian Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW. Pada upacara tabuik, pendudu kampung biasanya akan menghadirkan aksi teater tentang Pertempuran Karbala.

Demikianlah uraian tentang 9 kearifan lokal Indonesia yang hampir punah. Apakah Anda tahu budaya dan tradisi Indonesia yang hilang lainnya?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel