iklan

Oleh-oleh Khas Medan Yang Terkenal dan Awet

Ada banyak alasan mengapa setiap warga negara Indonesia harus mengunjungi Medan, mulai dari masakan yang bervariasi hingga keanekaragaman Medan, yang jelas terwakili melalui keharmonisan warganya. Jika Anda belum mengunjungi Medan sampai sekarang, buatlah rencana liburan ke Medan bersama keluarga atau teman-teman Anda.

Beberapa produk kuliner asli karena banyaknya suku di Medan siap membuat Anda jatuh cinta pada Medan. Tidak hanya itu, keindahan Danau Toba yang begitu terkenal sehingga sebaiknya Anda juga memanfaatkannya untuk mengisi dari memori ponsel Anda. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah kenangan khas Medan atau oleh-olehnya yang terkenal dan abadi. Apa yang Anda lakukan? Kami telah membuat rangkuman yang berikut dalam daftar dibawah ini.

Oleh-oleh Apa Saja Yang Ada Di Medan?

1. Buah Durian
2. Risol
3. Pia Tamiang
4. Rujak Brayan
5. Popia Yoserizal
6. Tempe
7. Ikan Sale
8. Jambu Taiwan
9. Lemang
10. Roti Ganda
11. Lapis Legit
12. Medan Napoleon
13. Teri Bajak
14. Kopi Sidikalang
15. Bika Ambon
16. Bolu Meranti
17. Pancake Durian
18. Manisan Jambu
19. Sirup Markisa
20. Kacang Sihobuk
21. Durian Kupas

1. Buah Durian
Buah Durian

Mirip dengan kulit durian, durian Ucok juga memiliki produk durian utuh lainnya dengan rasa manis. Bahkan konsumen yang ingin membelinya dapat mencobanya segera, jika enak, beli, tetapi jika tidak enak mereka akan menggantinya. Buah dengan nama Latin Durio zibethinus yang dijual di Ucok Durian adalah yang terbaik dan memiliki stok berlimpah. Bahkan, banyak orang rela mengantre untuk mendapatkan buah segar yang memiliki 0% kolsterol ini.

Karena hampir sama dengan durian yang sudah dikupas, pastinya rasa yang ditawarkan buah berduri sangat manis dengan banyak daging buah. Jadi, setiap kali Anda menghancurkan Durian, hanya rasa Durian yang terkenal. Alamat Ucok Durian di Jalan KH. Wahid Hasyim No. 30-32, Babura yang bersebelahan dengan suvenir khas Medan Napoloen.

2. Risol

 Risol Gogo

Risol, juga disebut riso, adalah makanan yang dibuat dari kue kulit yang diisi dengan sayuran isi atau daging cincang. Lalu, bagian luarnya juga dilapisi tepung panir dan pengocok telur ayam sehingga rasanya lebih enak dan mantap. Di Medan ada Risol Khusus Gogo, yang didirikan pada 1981 oleh Juliani Chandra. Keuntungan dari produk ini dari risol lain adalah kulitnya lebih tipis dan tepung lebih tipis dari kebanyakan.

Selain itu, perbedaan lain dengan riso lain adalah adanya krim dan susu yang sangat lembut. Untuk  urusan isiannya, Gogo Risol Khusus memiliki dua jenis isian, yaitu isi sayuran yang diiris halus dan ditambah dengan telur orak-arik. Kemudian, jenis kedua diisi dengan daging ayam yang dicincang terlebih dahulu. Untuk membelinya dengan harga yang lebih murah dan lebih nikmat dinikmati masih hangat, cukup datang ke lokasi pembuatan di Jalan Mojopahit No.53, Petisah Tengah.

3. Pia Tamiang

Pia Tamiang

Pia adalah jenis kue yang dibuat dengan tepung, minyak dan air dan kemudian ditambahkan dengan isian tertentu untuk rasa tidak diragukan lagi. Pembuatannya, terlebih dahulu harus mencampur adonan sebelumnya dan kemudian mencetaknya dalam cetakan besar seperti telur ayam. Adonan akan dipanggang nanti dalam oven, yang tentunya tidak akan menyebabkan pia menjadi tengik atau bau.

Salah satu produk Pia di Medan adalah Pia Tamiang, yang sebelumnya disebut Pia Hou Chen, yang telah ada selama 40 tahun. Pia ini dipopulerkan oleh Gwe Yen Huat, yang merupakan keturunan Cina dan juga mengubah nama pia ini. Perubahan itu terjadi karena pada masa orde baru, pemerintah melarang perusahaan dengan nama Cina, jadi nama Tamiang dipilih karena itu adalah alamat pembuatannya. Alamatnya adalah Jalan Tamiang No. 16, yang juga dapat dikunjungi untuk membeli berbagai rasa pia tamiang ini, yang dikemas dalam kemasan yang menarik.

4. Rujak Brayan


Rujak Brayan

Jika salad biasanya dibuat dengan buah-buahan yang diolesi dengan saus cabai merah atau pasta cabai,sambel petis, berbeda dengan Rujak Brayan Medan, yang menggunakan saus jus buah dengan tambahan gula. Kandungan isi buahnya juga sangat beragam, dan yang dipilih adalah buah-buahan muda, sehingga rasa asamnya semakin melekat seperti kebanyakan salad. Buah-buahan yang termasuk dalam salad termasuk mangga, kweni, ubi, nanas, pepaya dan mentimun dan kemudian ada lagi yang bisa didapat yaitu kolang-kaling.

Buah-buahan terlebih dahulu harus dibersihkan dan direndam dalam air garam untuk mendapatkan rasa asin dan renyah, yang kemudian dipotong menjadi kotak-kotak kecil untuk membuatnya lebih mudah dimakan. Setelah potongan buah, langkah selanjutnya adalah membuat saus mangga dan kweni, yang dibuat jus. Hubungan atau bandingannya antara mangga dan kweni adalah 8:2 dengan lebih banyak mangga. Rasa yang dihasilkan oleh kombinasi bahan-bahan ini manis, asin, asam dan segar.

5. Popia Yoserizal
Popia Yoserizal

Popia adalah makanan ringan yang hampir mirip dengan lumpia dan dibungkus dan ditambahkan dengan isian dalam bentuk sayuran seperti kacang, daun bawang, wortel dan bahkan ubi dalam irisan tipis. Juga, untuk membuatnya berbeda dari lumpia, isiannya adalah daging merah (chasio) dan daging kepiting, yang umum dalam lumpia makanan khas Semarang.

Perbedaan lainnya adalah bahwa kulit bungkus popia lebih tipis dari pada lumpia dan akan terasa renyah dan renyah saat digigit walaupun sudah keadaan dingin. Rasanya asin, tetapi ada rasa lain yang kemudian ditambahkan dengan saus popia manis, yang membuatnya semakin menarik.

Salah satu popia yang sangat terkenal di Medan adalah yang dibuat oleh Popia Yoserizal. Produk yang dijual di Jalan Yose Rizal memiliki dua jenis, yaitu, popia basah yang bisa dimakan langsung di tempat itu, dan popia goreng yang harus digoreng dulu lalu bisa dimakan. Tetapi karena terbuat dari chasio, juga dikenal sebagai daging babi, itu membuatnya menjadi makanan non-halal. Untuk muslim lebih baik memilih dengan isian selain daging tersebut.

6. Tempe
Tempe Medan

Ternyata di Medan ada tempe Medan, tidak seperti kebanyakan tempe yang kita tahu, tempe Medan tersebut ternyata memiliki bentuk lebih tebal dan kedelai yang digunakan lebih besar. Warna asli tempe ini adalah kuning, sama seperti saat dimasak, warnanya masih kuning. Rasa yang dihasilkan dari tempe sangat khas dan ada rasa renyah dipadukan dengan rasa asin yang gurih.


Bahkan mantan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, ketika masih menjabat sebagai presiden, sering menikmati tempe ini, terutama ketika ia berada di Medan. Menurut pemilik pabrik Tempe Setia Luhur Medan di Jalan Setia Luhur, Hanafi, untuk mendapatkan tempe berkualitas, Anda harus mengetahui selera konsumen saat mendengarkan keluhan mereka. Membuat tempe di pabrik Hanafi dibuat dengan merebus kacang hingga 3 jam agar lebih lezat.

7. Sale Ikan
Sale Ikan

Medan Sale Fish adalah ikan yang dimasak menggunakan metode asap atau dikeringkan dengan cara dijemur untuk membuat ikan yang memiliki kandungan air sedikit dan lebih tahan lama. Untuk membuat penjualan ikan, bahan yang diperlukan adalah lele Limbat. Untuk mendapatkannya, Anda bisa langsung menuju Jalan MT Haryono tepatnya di Central Navel di belakang pusat perbelanjaan Medan. Ada beberapa jenis ikan untuk dijual dengan berbagai ukuran yang dijual saat masih mentah sehingga bisa diolah di rumah.

Ikan asap ini dapat diproses dalam kari seperti kari khas Mandailing atau hanya digoreng dengan bumbu seperti irisan bawang dan cabai. Selain itu, penjualan ikan ini juga bisa disajikan dengan memasak bersama tauco. Untuk mendapatkan satu kilogram penjualan ikan, Anda harus meraih dompet Anda seharga 40 ribu atau Anda bisa membelinya di restoran, tetapi dengan harga yang lebih tinggi dan tentu saja rasanya lebih enak.

8. Jambu Taiwan


Jambu Taiwan

Jambu Taiwan adalah jenis jambu biji tetapi memiliki bentuk lebih besar dari jambu biji lokal dan tidak berbiji. Rasa yang dihasilkan oleh jambu biji yang awalnya berasal dari Taiwan adalah rasa manis yang dikombinasikan dengan rasa asin, meskipun tidak mencolok.

Beberapa jenis olahan seperti salad yang dibumbui dengan cabai merah atau saus kacang dan berubah menjadi manisan adalah beberapa pilihan terbaik untuk mengolahnya. Meskipun merupakan tanaman asli Taiwan, tetapi karena pengaruh kolonialisme, jambu ini tiba di Medan dan ditanam di tanah Medan, yang menghasilkan jambu biji yang enak.

Buah jambu Taiwan dapat dengan mudah ditemukan di kota Medan, mulai dari pasar dan kemudian di sisi jalan, terutama Jalan Subroto, Binjai dan Gajah Mada. Bahkan di supermarket atau pusat perbelanjaan dan di area rekreasi, ada banyak penjual jambu taiwan ini.

9. Lemang


Lemang

Lemang adalah makanan Medan yang hampir mirip dengan lontong, dengan bahan-bahan seperti ketan putih, santan, garam dan daun pisang untuk membungkus dan membakar lemang. Beberapa orang bahkan memasaknya dengan meletakkan campuran lemak pada bambu dan kemudian memasaknya di atas api. Rasa yang dihasilkan pasti enak dan lezat, terutama saat dimakan bersama-sama saudara.

Di Medan, lemang menjadi hidangan wajib saat puasa tiba, makanan ini bisa berupa makanan cepat saji atau makanan ringan. Ini karena ketan yang mengandung karbohidrat, cocok untuk mengganjal perut yang sedang lapar. Untuk mencicipi rasa makanan ini, lebih baik membelinya di properti Lemang Flamboyan, Pak Nur, yang terletak di jalan Flamboyan. Harga satu porsi adalah Rp 25.000, bahkan dengan harga itu, dalam satu hari Anda dapat menghabiskan 200 lonjor lemang.

10. Roti Ganda


Roti Ganda

Sesuai namanya, roti ganda, yaitu roti yang dipotong menjadi dua bagian atau bisa juga disebut nama ganda. Roti sederhana ini, hanya penuh dengan bulan cokelat, dan selai yang dipesan terlebih dahulu. Biasanya, pembeli harus memilih selai terlebih dahulu, kemudian roti akan dipotong setengah dan diisi dengan selai, yang kemudian akan memotong beberapa potongan baru yang akan ditempatkan di plastik untuk dibawa pulang atau dibuka di mana saja.

Meski bukan dari Medan, itu hanya di Pematang Siantar dengan alamat lengkap di Jalan Sutomo No.89, tetapi tidak ada yang salah, karena jaraknya cukup dekat dengan Medan. Selain itu, toko yang telah dibuka sejak 1979 menawarkan harga 16 ribu untuk porsi besar dan porsi kecil hanya Rp. 2.500 Namun, karena roti langsung segar dari oven, roti ini hanya dapat bertahan 2 hari setelah pembelian.

11. Lapis Legit

Lapis Legit

Lapis yang sah adalah kue tradisional yang dipengaruhi oleh budaya Belanda, sehingga bukan asli Indonesia dengan nama lain 'specek'. Meski begitu, di tanah air kita, lapisan yang sah dikenal dan dihargai oleh masyarakat umum. Bahan pembuatan yang umum ditemukan adalah mentega, margarin, gula rafinasi, susu bubuk, tepung terigu, telur, dan beberapa lainnya memberikan kayu manis dan cengkeh ekstra.

Di Medan, ada produsen lapisan sah bernama Affinois Medan yang memberi Anda keju tambahan dengan rasa asin khas keju. Dengan penampilan mempesona seperti jubah, yang dilapisi dengan warna dominan hitam dan kuning, dan diberi rasa keju, itu membuatnya semakin enak di mulut.

Belum lagi kehadiran beberapa bahan, yang membuatnya semakin menawan. Affinois Medan sudah memiliki izin halal, sehingga tidak perlu khawatir mengonsumsi produk olahan dari toko yang menuju Jalan Mojopahit No. 12e Medan.

12. Medan Napoleon

Medan Napoleon

Medan Napoleon adalah kue yang terbuat dari kombinasi kue Medan dan Napoleon dari Prancis. Kue Medan Napoleon terbuat dari tiga lapis puff pastry dengan selai dan bagian luarnya ditutupi dengan spons dan berbagai bahan. Rasa renyah dari kulit kue dan kelembutan dari spons dan selai membuat campuran yang sangat baik dari kue silang ini.


Soal rasa, tenang saja, karena ada beberapa varian rasa yang tidak diragukan lagi akrab dalam bahasa kita, seperti rasa permen durian, teh hijau, keju, dan yang cukup mahal adalah beludru merah. Untuk mendapatkan kotak Napolean Medan dihargai dari 65.000, tetapi secara khusus beludru merah lebih mahal. Kenangan khas Medan Napoleon, yang dimiliki oleh seniman Irwansyah, ditemukan di Jalan K.H. Wahid Hasyim No.46 / 35, Babura dan telah menerima label halal dari MUI.

13. Bajak Teri

Bajak Teri

Teri Bajak adalah produk cabai sambal yang dibuat dari ikan teri yang kemudian ditambah dengan saus cabai. Elaborasi dengan ikan teri benar-benar sangat unik, karena ikan teri umumnya disajikan dalam keadaan mentah. Penggagasnya, Windi Septia Dewi, sangat ingin membuat ikan teri yang berlimpah diproses di Medan menjadi makanan tradisional dengan cita rasa modern.

Rasa yang dihasilkan oleh ikan teri adalah pedas karena cabai dan kemudian teksturnya renyah saat menggigit ikan teri dengan cara yang kecil. Oleh-oleh khas Medan yang tahan lama dalam bentuk teri ini memiliki beberapa varian, seperti teri Medan dengan saus cabai merah atau dengan saus cabai. Selain itu, ada ikan teri Medan yang menggunakan dua sambal dengan tambahan kacang.

Ada juga yang unik dengan kenangan asli Medan ini, yaitu, cabai merah atau cabai rawit dan cabai merah atau cabai rawit ditambah dengan kacang. Harga ikan teri dijual di pasaran dengan harga 40.000 untuk 200 gram dengan kemasan plastik dengan penutup zip. Untuk mendapatkannya di toko suvenir seperti di Jalan SM Raja Medan, Jalan T Amir Hamzah Nomor 17.

14. Kopi Sidikalang

 Kopi Sidikalang

Bagi mereka yang bosan dengan kopi yang sama, kopi Sidikalang adalah jenis kopi yang paling tepat untuk diminum karena rasanya sama dengan kopi lainnya. Seperti kopi asli Sumatera dari Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara, dengan kontur tanah yang tepat, memiliki citarasa yang baik.

Meskipun ada jenis Arabika, di Sidikalang, Robusta adalah yang paling dicari, bahkan kadar kafein bisa mencapai 70 hingga 80 persen. Ini berbeda dari Arabika karena hanya setengah, tetapi masih diminati. Salah satu produsen kopi Sidikalang yang paling terkenal adalah kopi Tanpak Sidikalang, yang dimiliki oleh H. Sabilal Rasyad Maha.

Keuntungan dari kenangan istimewa Medan yang lezat tentang H. Sabilal Rasyad terletak pada penggunaan kopi Sidikalang berkualitas tinggi yang otentik, sehingga hanya 1,5 sendok kecil bubuk dapat membuat kopi dengan 200 ml air lezat. Tetapi karena tingginya kadar kafein, siapa pun yang jarang meminumnya tidak bisa tidur sepanjang malam. Untuk menikmati kopi ini dengan rasa yang kuat, datang saja ke Jalan Sudirman, No. 71, Dairi.

15. Bika Ambon

Bika Ambon

Bika Ambon adalah salah satu makanan paling terkenal di kalangan masyarakat Medan dan merupakan oleh-oleh khas penting ketika mengunjungi Medan. Meskipun nama Ambon punya, makanan ini tidak berasal dari daerah tersebut, tetapi pertama kali muncul di Medan tepatnya di persimpangan Jl Ambon-Sei Kera Medan.

Ciri khas dari makanan murah Medan ini adalah bahwa mereka memiliki bentuk balok berwarna kuning plus lubang dan serat. Bahan-bahannya adalah tepung tapioka, jus air, telur, dan gula, serta beberapa bumbu lain untuk mendukung rasanya. Salah satu penghasil bika Ambon adalah Bika Ambon Zulaikha dengan alamat penjualannya di Jalan Mojopahit No. 62 dan No. 96 DEF yang mengusung bika dengan berbagai rasa seperti durian, keju, moka, pandan, dan keju pandan.

Dalam pembuatannya, air nira difermentasi selama 10 jam untuk memiliki rasa yang lebih baik. Untuk membelinya, ada 2 bentuk, yaitu bentuk besar dengan harga yang mulai dari Rp 50.000, sedangkan yang kecil mulai dari Rp 30.000 tergantung selera yang dipilih oleh konsumen. Anda dapat membeli oleh-oleh dari Medan untuk membawanya ke kantor dan makan bersama keluarga dirumah.

16. Bolu Meranti

Bolu Meranti

Bolu meranti adalah sejenis spon roll, dibuat dengan bahan-bahan tertentu dan pertama kali dijual di Jalan Meranti. Spon memiliki rasa yang lembut di mulut dan sangat lembut saat dimakan, dan dengan penambahan filler, itu membuatnya terasa lebih beragam dan lezat.

Beberapa varian isi yang menghasilkan rasa lezat adalah keju, nanas, stroberi, cokelat, moka, cranberry, dan bahkan ada tambahan rasa parut dengan rasa asin. Di atas Anda dapat menemukan bahan-bahan tambahan seperti bulan, keju, dan kacang-kacangan.

Meskipun kue ini awalnya dijual oleh vendor lain, Anda sekarang dapat membelinya di Jalan Sisingamangaraja No. 19B atau mengunjungi lokasi produksi di Jalan Kruing No 2K. Kue yang menerima sertifikat halal dari MUI dipasarkan dengan harga yang cukup mahal, yaitu 40 ribu hingga 75 ribu, tergantung pada konten yang dibeli.

Sebelum membeli kue ini sebagai suvenir khas Medan, kue Meranti hanya bisa bertahan 3 hari, tetapi jika dibiarkan di lemari es, bisa bertahan hingga 7 hari. Itulah kekurangannya [tidak bertahan lama] serta kelebihannya [karena tidak tahan lama] adalah bukti bahwa bahan yang digunakan tidak menggunakan campuran pengawet yang dimiliki oleh spons Meranti.

17. Pancake Durian

 Pancake Durian

Sebagai buah melimpah di kota Medan, rasanya tidak lengkap jika Anda tidak mencoba satu-satunya durian yang diolah dalam bentuk pancake durian. Proses ini memiliki rasa yang manis, selain itu, ada banyak daging durian, yang membuatnya begitu manis dan lembut di mulut.

Jika Anda ingin merasakan sensasi seperti itu, maka tempat yang paling tepat adalah Rumah Durian, yang terletak di Jalan Sekip, No. 67 H, Medan Petisah. Meskipun masih ada toko lain dengan pancake Durian olahan, Durian House adalah produsen terkemuka.

Elaborasi dilakukan dengan memilih buah Durian kualitas terbaik dan, tanpa diragukan lagi, Durian adalah Durian Medan yang semua orang tahu untuk kesenangannya. Belum lagi kulit pancake yang tipis dan halus, yang membuatnya lebih mudah dimakan karena langsung mencair di mulut.

Untuk harga satu kotak kecil dihargai 75 ribu, sedangkan satu kotak besar berisi 10 pancake, harganya hanya 80 ribu. Tetapi karena dibuat secara alami tanpa bahan pengawet, pancake hanya bisa bertahan 10 jam di luar, tetapi mereka bisa bertahan 7 hari ketika berada di dalam freezer. Saat ini, pancake Durian telah dijual di kota-kota di luar Medan. Karena itu, jika Anda ingin membeli oleh-oleh unik yang unik dan bukan dari pasar, Anda sebaiknya membeli yang lain.

18. Jambu Manisan

Jambu Manisan

Jika jambu biji biasanya dimakan langsung atau menjadi salad, tetapi di Medan juga bisa diolah menjadi jambu manisan dengan rasa manis sebagai rasa yang paling terasa. Jambu yang digunakan adalah jambu Bangkok, yang pertama kali dipotong 4 bagian dan bijinya dihilangkan dan kemudian diolah menjadi manisan. Selain itu, ada rasa manis yang kuat, ada rasa segar dan renyah karena terbuat dari bahan dasar berupa jambu Bangkok.

Salah satu produsen adalah Jambu Aguan, yang terletak di dekat lokasi produksi Meranti bolu, yang terletak di Jalan Kruing No. 2G, Medan. Dengan membeli permen ini, Anda bisa mendapatkan perasaan yang berbeda dari makan jambu biji secara langsung. Selain itu, untuk mendapatkan manisan buah dengan nama latin Psidium guajava hanya dihargai 15 ribu per kilogram.

19. Sirup Buah Markisa
Sirup Buah Markisa

Sirup markisa adalah sirup yang dibuat dengan bahan dasar buah markisa segar yang telah dipisahkan dari banyak biji. Mirip dengan markisa, sirup ini juga memiliki rasa pahit yang sangat khas tetapi tidak terlalu berlebihan. Produsen vendor yang sudah ada sejak 1954, yaitu Markisa Ny. Lim adalah produsen populer. Selain menggunakan bahan alami tanpa bahan pengawet dan pewarna, juga karena menggunakan resep turun temurun sejak jaman dahulu.

Karena dibuat dengan markisa asli, memang benar bahwa sirup yang dihasilkan memiliki warna oranye-kuning. Untuk meminumnya lebih segar dan lezat, disarankan untuk meminumnya ketika dingin memberikan es batu atau meninggalkannya di dalam freezer sampai benar-benar dingin. Minuman ini akan dikonsumsi dengan sangat baik karena memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan nutrisi lainnya. Untuk membelinya, kunjungi lokasi Markisa Ny. Lim, yang berada di Jln. Kpt Maulana Lubis No. 8, Medan.

20. Kacang Sihobuk

Kacang Sihobuk

Kacang soyobuk adalah kacang yang diproses dengan kacang pilihan yang direndam selama tiga hingga lima jam dan kemudian dijemur hingga kering sebelum diaduk dengan pasir. Tujuan menggunakan pasir sebagai alat untuk menggoreng adalah agar biji-bijian yang dibuat tidak kehilangan rasanya. Nama 'Sihobuk' dalam kacang itu sendiri diperoleh karena dulu ada daerah dengan nama yang mirip tetapi itu hancur.

Untuk mendapatkan camilan ini, Anda bisa menemukannya di hampir setiap toko dan toko di dekat Danau Toba. Untuk membedakannya dari kacang lainnya, kacang memiliki kemasan dengan warna dominan merah dan putih. Ciri khas kacang ini adalah warnanya agak hitam dan masih ada kulit yang agak abu-abu. Keberadaan hitam dan abu disebabkan cara memasaknya dengan memanggang pasir.

21. Kupas Durian

Kupas Durian

Salah satu buah yang melimpah di Medan adalah Durian, meskipun banyak yang memburunya, Durian akan tetap berlimpah di sana. Buah yang memiliki kulit dengan duri besar dan tajam biasanya dimakan dengan mengupasnya terlebih dahulu. Tetapi karena duri, itu akan menimbulkan masalah bagi siapa saja yang ingin membukanya. Namun, produsen Ucok Durian telah menawarkan durian kupas yang telah dikupas dulu dan kemudian dikemas sedemikian rupa.

Ucok Durian dalam penjualan durian kupas bukan lelucon, karena dalam pemasarannya, mereka menggunakan Durian Medan asli yang dipilih dengan kualitas terbaik. Oleh karena itu, rasanya enak dan manis dan sangat higienis karena dikemas dalam kotak tupperware. Untuk kotak dengan ukuran 0,9 liter, 60 ribu terjual, kemudian 2 liter 120 ribu dan terbesar, 4 liter 240 ribu. Dengan kotak kemasan ini, Anda dapat dengan aman membawanya kembali sebagai oleh-oleh.

Itulah daftar kenangan khas yang bisa Anda bawa pulang. Jika Anda bingung dalam memilih, disarankan agar Anda memprioritaskan pembelian buah olahan dari buah Durian. Karena buah berduri kental ini terkenal di masyarakat karena rasanya yang enak berasal dari Medan. Artikel ini juga pernah ditayangkan di  makananoleholeh.com dengan judul oleh-oleh-khas-medan. Sekian informasi ini disampaikan,semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel