iklan

5 Tanaman Obat Mudah di Tanam Pada Pekarangan Rumah dan Kasiatnya

Informasi ini disampaikan oleh dokter Tania Savitri dokter umum, tanaman herbal memang sangat dipercaya untuk penyembuhan berbagai macam penyakit. Sebelum kita membahas tentang obat herbal tentu saja sudah menjadi kebiasaan orang-orang untuk mencoba, misalnya pakai jamu-jamuan dari tanaman obat, tanaman obat itu sendiri mempunyai banyak manfaat yang bisa didapat.

Tanaman obat yang ada di Indonesia mencapai lebih kurang 40.000 macam yang mana hampir 90% nya tanaman tersebut hidup di Indonesia, tentu itu merupakan keuntungan tersendiri bagi kita yang berada di Indonesia, dari sekian banyak tanaman obat hanya sekitar 9.000 saja yang diduga sangat kuat mempunyai khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Sehingga itu bisa kalian tanam sendiri di pekarangan rumah, penasaran dengan obat tanaman obat herbal yang ada di Indonesia, dan apa saja yang paling populer.

Tanaman obat ini mengandung senyawa yang aktif atau bahan alami yang tertentu dan disinyalir baik untuk menunjang kesehatan tubuh kita, setiap jenis tanaman bisa jadi memiliki komposisi senyawa yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, sehingga manfaatnya juga kemungkinan bervariasi antara 1 tanaman obat dengan tanaman obat yang lain.

Namun pada umumnya setiap bagian dari tumbuhan obat tersebut bisa dimanfaatkan, untuk mendapat khasiatnya mulai dari daun batang, buah, kulit, biji, dan akarnya, sampai umbi atau rimpang nya yang kemudian dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mungkin dimakan mentah-mentah atau dijadikan bumbu dapur, obat oles dan sampai diracik menjadi jamu atau minuman tradisional.

Daun sirih

Untuk tanaman obat yang bisa kalian Taman tanam sendiri di pekarangan rumah, akan dijelaskan di bawah ini. Indonesia memang kaya akan sumber tanaman obat yang bisa dikembangkan sendiri baik pada sebidang tanah seperti di halaman rumah kalian atau di letakkan pada pot-pot kecil, sehingga bisa menjadi kebutuhan keluarga untuk dijadikan obat-obatan.

Menurut informasi komoditi tanaman obat yang di dilansir badan pengkajian dan pengembangan perdagangan BPPP, yaitu dari Kementerian Perdagangan tanaman biofarmaka di Indonesia, mencapai 15 jenis tanaman utama. Adapun tanaman-tanaman ini adalah jahe, laos, lengkuas, kencur, lempuyang, kunyit, temu ireng, temu lawak, temu kunci, dringo, kapulaga, mengkudu atau pace, keji beling, lidah buaya dan sambiloto, dari sekian banyak yang disebutkan akan tetapi kami telah memilih beberapa jenis toga yang bisa kalian budidayakan sendiri di halaman rumah. Apa saja tanaman itu?

1. Daun sirih

Daun sirih juga sudah terkenal sejak dulu di zaman para leluhur atau nenek moyang, daun sirih digunakan sebagai tanaman obat untuk mengobati berbagai macam penyakit, nenek moyang kita sejak dulu terbiasa mengunyah daun sirih untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, ternyata tradisi ini memang terbukti bermanfaat untuk kesehatan.

Telah diterangkan oleh sejumlah penelitian medis modern mengunyah daun sirih membuktikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam mulut, sehingga bermanfaat untuk mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi. Selain itu antioksidan yang bernama tannin dalam daun sirih mempercepat respon tubuh untuk membekukan darah dan menyembuhkan luka.

Mengapa sirih sering digunakan untuk menghentikan mimisan dan mengobati luka bakar, karena tanaman ini bukan pengganti obat dokter, sebelum memutuskan untuk pakai Toga untuk menyembuhkan penyakit maka sebaiknya pahami pahami dulu walaupun terbukti berkhasiat sebagai obat herbal.

Maka tidak dianjurkan dan tidak boleh menggantikan pengobatan medis dari dokter. Karena obat herbal atau tanaman obat hanya sebatas berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh dan sebagai terapi penunjang saja atau promotif dan pencegahan preventif bukan untuk menyembuhkan penyakit secara total.

2. Kumis kucing

Kumis kucing juga merupakan obat herbal yang sangat terkenal untuk meringankan beberapa masalah kesehatan, seperti luka di kulit dan gusi, selain itu zat anti radang dalam kumis kucing dapat membantu mengendalikan gejala alergi,mampu menghentikan kejang-kejang. Ini dibuktikan dengan penelitian pada tikus, yang diterbitkan jurnal Ethnoparmhacology melaporkan bahwa, daun kumis kucing juga bersifat diuretik yang memicu peningkatan produksi urine.

Secara tidak langsung jika sering buang air kecil dapat membantu mengeluarkan bakteri yang ada di dalam kandung kemih tersebut hal ini pun membantu mengurangi kemungkinan risiko infeksi saluran kencing bahkan juga bisa melebur pada penyakit batu ginjal.

3. Kunyit

Tanaman herbal berikutnya adalah kunyit, yang mana kunyit mengandung zat kurkumin yang memberikan warna orange yang sangat khas. Fungsi dari kurkumin adalah memberikan khasiat untuk membantu menjaga kesehatan serta mencegah penyakit, karena ada senyawa di dalamnya, kurkumin dan mempunyai warna orange ini sudah sejak dulu digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia.

Kunyit juga bisa mengobati meringankan gejala gangguan pencernaan, gejala penyakit kulit, mengatasi penyakit hati, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, hingga mencegah kanker pada usus besar, berdasarkan penelitian bahwa ini juga sangat berfungsi melindungi kesehatan pada fungsi saraf.

Perlu diperhatikan adalah kunyit sama halnya dengan jahe juga tidak boleh dikonsumsi dengan jumlah yang besar dari beberapa penelitian mengatakan, mengkonsumsi kunyit berlebihan memicu kenaikan asam lambung berlebihan dan asupan kunyit yang terlalu banyak juga dapat menyebabkan masalah pendarahan maka berhati-hatilah dalam memanfaatkannya.

Oleh karena itu orang yang punya masalah lambung, seperti maag yang sedang rutin menggunakan obat pengencer darah warfarin, tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsi pada tanaman herbal ini.

4. Kencur

Obat herbal yang mempunyai khasiat berikutnya ada kencur, yang dalam bahasa Latin bernama Kaempferia galanga, ternyata masih satu keluarga dengan jahe sehingga tidak heran masih banyak orang yang salah membedakan antara kencur dan jahe. Ternyata kencur tersebut sudah sangat lama dikenal sebagai obat batuk berdahak, obat diare, obat demam dan obat sakit gigi.

Kencur juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan nafsu makan dan mengobati cedera otot, setelah berolahraga dari manfaat kencur yang lain tidak berhenti sampai disitu saja,sebuah penelitian dari Bangladesh mengatakan bahwa ekstrak kencur mengandung sifat antidepresan yang mampu memberi manfaat untuk mengurangi rasa stress dan kecemasan.

5. Jahe

Jahe merupakan salah satu tanaman obat yang sangat populer digunakan sebagai bahan pembuat jamu dan obat tradisional. Mengapa demikian karena jahe mengandung senyawa yang aktif dan kuat yang bernama gingerol yang mampu mengatasi banyak masalah tentang pencernaan, seperti perut sakit dan mual atau muntah-muntah, pusing karena vertigo.

Sampai mengurangi rasa sakit akibat nyeri haid dan nyeri sendi, seperti rematik dan osteoarthritis, juga dilaporkan dapat mencegah pertumbuhan sel kanker pada usus besar, selain itu juga jahe dapat membantu menurunkan berat badan.

Apabila kalian ingin menggunakan tanaman jahe sebagai obat herbal, maka sebaiknya kalian memilih yang masih segar, karena senyawa gingerol banyak dan kuat ditemukan pada jahe yang masih segar ketimbang jahe yang sudah dijadikan bubuk, biasanya bubuk jahe yang dijual di pasaran juga sudah diolah dengan banyak gula tambahan. Saran saja simpan jahe dalam wadah tertutup rapat dan tempatkan pada tempat yang kering jauhkan dari sinar matahari langsung.

Karena pada dasarnya tentu sangat aman dikonsumsi, namun tidak boleh berlebihan dalam mengkonsumsinya, karena jika berlebihan mengkonsumsi jahe dapat mengakibatkan sakit perut ,kembung, mulas, hingga diare. Kalian juga tidak dianjurkan mengkonsumsi jahe lebih dari 4 gram per hari.

Bukan hanya obat dokter yang punya standar dosis tenyata obat herbal dari tumbuhan juga harus mempunyai standar dosis dan resep yang tepat. Berapa banyak jumlah komposisi yang ditambahkan serta frekuensi pemakaiannya akan selalu berbeda-beda tergantung siapa yang membuatnya atau menyajikannya, oleh karena itu efek dari obat yang ditimbulkan juga kemungkinan bisa dirasakan berbeda sehingga, belum tentu tanaman obat herbal memberikan khasiat yang sama persis pada setiap orang meskipun punya keluhan yang sama.

Seandainya kalian ingin mencoba mengolah tanaman obat herbal tersebut, sebagai jamu alangkah baiknya konsultasi terlebih dahulu pada dokter mengenai pertimbangan baik buruknya, sesuai kondisi kalian, terutama bila kalian meminumnya bersamaan dengan obat-obat kimia agar terhindar dari efek interaksi obat yang tidak diinginkan.

Pastikan juga kalian tidak memiliki alergi terhadap tanaman tanaman obat herbal tersebut, sebelum mengkonsumsi untuk menghindari reaksi alergi pada tubuh kalian. Sekian dan terima kasih semoga informasi ini bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel