7 Tarian Tradisional Jawa Timur Yang Wajib Dilestarikan - GENERALSIP . COM

iklan

7 Tarian Tradisional Jawa Timur Yang Wajib Dilestarikan

Membahas tentang tarian tradisional yang berasal dari Jawa Timur tentu itu mengingatkan kita tentang kabar di tahun 2007 yang lalu, saat itu warga Jawa Timur sempat dikagetkan dengan berita tentang pengklaiman dari negara Malaysia tentang salah satu tarian tradisionalnya. 

Dengan kata lain salah satu tarian dari Indonesia hampir dicuri! Namun  Alhasil, warga indonesia pun mempunyai inisiatif untuk segera mendaftarkan beberapa kebudayaan Indonesia ke UNESCO termasuk tentang tarian yang dimiliki oleh negara indonesia.

Dari tersiarnya berita tersebut membuat kita semua menjadi sedikit prihatin. Yaaa, mau gimana lagi? Sebagian besar masyarakat di Indonesia tidak dikenalkan oleh budaya tradisionalnya sendiri, sehingga kita heran jika demikian bagaimana bakal kenal dengan budaya sendiri? 

Jangan sampai ini terjadi hanya sesepuh atau orang yang tua tua saja yang melestarikan budaya kita atau yang mengenal saja. Kita pun wajib membantu melestarikan budaya dari nenek moyang kita.

Jumlah tarian Indonesia yang diketahui berjumlah atau sebanyak 170,tentu ini sangat  jauh kalah dengan jumlah masyarakat Indonesia yang berjumlah ratusan juta jiwa. Namun apakah harus rela melihat budayanya yang hampir punah bahkan hampir diambil oleh negara lain.

Kata siapa tarian tradisional yang berasal dari indonesia berkesan kolot dan ketinggalan zaman? Padahal pakaian adatnya saja dipandang sangat menarik,sangat unik dan bagus oleh mancanegara. Lantas kata siapa juga belajar menari mengganggu aktifitas belajar atau aktifitas lainnya?  Bahkan menari bisa menjadi salah satu aktifitas olahraga agar tubuh sehat dan ceria. 

Selain efeknya yang positif, ternyata menurut penelitian… menari bagus untuk mengasah kreatifitas anak. Sehingga kita jangan bosan mencermati dan melestarikan budaya Indonesia yang kita miliki. Marilah kita lanjutkan ke tarian tradisional dari Jawa Timur yang harus dilestarikan.

7 Tarian Tradisional Jawa Timur Yang  Dilestarikan


1. Tari Beskalan

2. Tari Glipang
3. Tari Remo
4. Tari Wayang Topeng
5. Tari Jaranan Buto
6. Tari Gandrung Banyuwangi
7. Tari Reog Ponorogo

Yuk kita simak penjelasannya tentang 7 Tarian Tradisional Jawa Timur Yang  Dilestarikan.

1. Tari Beskalan

Tari Beskalan

Tarian yang satu ini berasal dari Malang, Jawa Timur. Beskalan diambil dari kata kata ‘bakalan’. Usia dari Tarian ini cukup tua, diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.Jika dilihat dari gerakan menarinya, tarian ini memperlihatkan keanggunan seorang perempuan,yaitu perempuan yang sangat feminim namun lincah dan dinamis.

Apabila anda tidak peka dengan jenis tarian, mungkin anda akan mengira bahwa tarian ini adalah tari Jaipong. Karena jika dilihat sangat mirip sekali. Tapi hal ini bisa anda perhatikan dari bahasa Sindennya.kosutum yang digunakan adalah Wedokan, semyok,hiasan kepalanya dibentuk sanggul , slendang, dan atribut lainnya.Alat musik pengiringnya ialah jidor,kendang ada sindennya dan lainnya.


2. Tari Glipang


 Tari Glipang

Biasa anda lihat tarian tradisional ini, coba anda lihat pada pakaian. Karena pakaian yang dipakai seperti pakaian untuk laki-laki, dan alat musik yang digunakan seperti alat musik yang digunakan di negara Arab.Tarian ini dimainkan oleh laki-laki. Namun terkadang tarian ini dibawakan oleh perempuan. 

Ternyata makna yang terkandung dari tarian ini menceritakan tentang prilaku para penjajah pada masa lalu.Nama Glipang itu sendiri berawal dari kata Gholiban diambil dari bahasa Arab yang mempunyai kebiasaan.

Menurut sejarah singkatnya, tarian ini diciptakan oleh Seno Truno, pada waktu itu ia bekerja sebagai mandor penebang tebu di perusahaan milik Belanda. Karena sikap Belanda yang semaunya sendiri sehingga membuat ia berhenti untuk bekerja. 

Ia pun berinisiatif membuat tarian yang menggambarkan sejarah kehidupannya yang kala itu masih bekerja dengan perusahan milik belanda. Jika dilihat dari gerakannya, ia seperti dalam posisi kuda-kuda seakan mau menyerang, gerakan yang seolah gagah perkasa mencirikan koloneal Belanda yang ingin dipandang tinggi.

Kesan kakunya menandakan emosional yang begitu tinggi. Adapun beberapa gerakannya, yang mana tangan memegang pinggang, bila diartikan dalam kehidupan sehari-hari, gerakan tersebut sangat tidak sopan dengan istilah jawa malang kerik.

Namun seiring dengan kemajuan zaman, tarian tersebut dipoles untuk menandakan keadaan penduduk, yang saat itu mayoritas prajurit yang sedang melawan para penjajah.


3. Tari Remo


Tari Remo

Tarian tradisional berikutnya ialah Tari Remo. Pada zaman dulu tari remo menjadi salah satu tarian untuk menyambut tamu yang agung.Tarian ini diciptakan oleh seorang pengamen pada zaman dulu. Pada masa itu, hampir kebanyakan orang diharuskan untuk bisa menari. Bahkan pengamen pun bisa menari.

Tarian ini dibawakan oleh laki-laki, namun seiring dengan kemajuan zaman tarian ini boleh dibawa oleh perempuan hingga dimunculkan nama tarian Tari Remo Putri. Pada masa lalu tarian ini sebagai pembuka saja ketika pertunjukan ludruk akan dimulai. 

Sehingga lama kelamaan seiring dengan perkembangan zaman tarian ini ditampilkan setiap ada pertunjukan kesenian. Baju yang digunakan pun berbeda-beda yaitu busana gaya Surabayaan, gaya malangan, remo putri, jombangan, dan sawunggaling. Musik yang mengiringinya ialah gamelan.


4. Tari Wayang Topeng


Tari Wayang Topeng

Tari topeng bukan hanya ada di Jawa Barat saja,akan tetapi di Jawa Timur juga sama ada tarian topeng. Di daerah mana tari topeng ini berasal tenyata di Kota Malang lah asal muasalnya lahir Tari Wayang Topeng, sehingga tidak heran lagi mengapa disebut tari wayang topeng, hal ini karena penari menggunakan pakaian seperti wayang kulit.

Pada zaman dahulu tari wayang topeng dipentaskan hanya sebagai pertunjukan ritual saja.Topeng disini digambarkan sebagai rasa apresiasi pada wajah nenek moyang. Dimana saat itu topeng memiliki arti menghargai roh leluhur. Sehinga tarian ini sedikit bernuasana mistik.

Menurut sejarah singkatnya tari wayang topeng diadakan saat agama Islam memasuki kewilayah Jawa,  tarian ini bertujuan sebagai salah satu trik atau amar makruf untuk mengambil hati orang Jawa agar mau masuk islam yang saat itu agama Hindu masih sangat kental.

Sehingga ada banyak per bedaan dengan Tari Topeng asal Jawa Barat yang menggunakan background sejarah wayang golek. Tari topeng yang berasal dari banyuwangi Jawa Timur ini mengisahkan cerita Ramayana dan Panji.Musik pengiring yang digunakan adalah kendang,gamelan bonang dan gong.


5. Tari Jaranan Buto


 Tari Jaranan Buto

Tarian traidisional yang satu ini juga berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Kalimat ‘buto’ yaitu mengandung arti raksasa. Jadi, tari jaranan buto mengandung arti kuda lumping raksasa. Tarian ini dimainkan oleh 16-20 orang. Hampir saja, tarian ini pun menghilang, agar tarian ini tidak hilang maka tarian ini dipentaskan ketika ada acara khinatan dan pernikahan. Untuk penarinya pun rata-rata laki-laki.

Bisa dilihat pada gambar diatas, mereka para penari bermake up sangat tebal dan sangat menyeramkan. Menurut sejarah Jaranan Buto diambil dari Menak Jinggo. Yaitu sosok manusia yang berwajah seram dan raksasa.

Untuk gerakannya pun terkadang sangat ekstrim, karena ada akting bertengkar. Maka berhati-hatilah anda bila ingin mengikuti tarian ini, tidak heran jika di akhir acara salah satu pemain akan kesurupan.Musik yang digunakan adalah kendang, terompet,kempul,bonang,kecer dan gong besar.


6. Tari Gandrung Banyuwangi


Tari Gandrung Banyuwangi

Tarian tradisional yang tidak kalah unik dari yang lainnya adalah yang bernama Tari Gandrung Banyuwangi berasal dari Banyuwangi, kalimat gandrung melambangan panggilan Dewi Sri, dimana pada zaman itu Dewi Sri dianggap Dewi Padi yang dapat memberi kesuburan dan kesejahteraan bagi semua penduduk yang ada dibanyuwangi.Tarian ini juga satu genre dengan tarian Ketuk Tilu. 

Diceritakan dalam sejarah, tarian ini pertama kali muncul pada saat dibangunnya ibu kota Balambangan, hingga akhirnya salah satu seniman menulis suatu buku tentang seorang lelaki yang mengelilingi ke perdasaan dengan beberapa pemain musiknya.

Sehingga cerita ini menjadi cerita rakyat yang dibawakan secara turun-temurun. Hingga pada akhirnya terciptalah Tari Gandrung Banyuwangi, saat itu masyarakat yang menikmatinya akan memberi beberapa barang seperti beras, pangan atau barang lainnya sebagai imbalan.

Pakaian yang digunakan oleh para penari adalah pakaian dari beludru, beserta atributnya. Di bagian kepala, menggunakan mahkota yang diberinama omprok, dan pada bagian kakinya menggunakan samping batik. Dan musik pengiringnya adalah gong dan kempul.


6. Tari Reog Ponorogo


Tari Reog Ponorogo

Tarian Reog berasal dari Ponorogo,sehingga tarian ini digabung dengan satu kata yaitu reog ponorogo Jawa Timur. Tarian ini biasa dibawakan oleh 6-8 pria dan 6-8 wanita. Tarian ini melewati beberapa sesi, sehingga memiliki durasi waktu yang begitu panjang. 

Akan tetapi jika anda menyukai dengan seni, maka anda tidak akan bosen deh melihatnya bahkan bisa jadi anda akan selalu melihat tahapan demi tahapan. Menurut sejarah, konon tarian ini diambil dari cerita perjalanan Prabu Kelana Sewandana yang mana ia sedang mencari pujaan hatinya, perjalanan beliau ditemani oleh prajurit dan patihnya yaitu Bujangganong. 

Sampai pada  akhirnya bertemulah ia dengan seorang putri Kediri yaitu Dewi Sanggalangit. Ternyata tak semudah itu Dewi Sanggalangit menerima cintanya, Dewi sanggalangit  akan menerima cintanya bila Sang Prabu berhasil menciptakan sebuah kesenian.

Dengan cerita inilah terciptanya Tari Reog demi membuktikan cinta Prabu Kelana pada Sang Putri dewi sanggalangit. Ia meminta bantuan para prajurit-prajuritnya untuk menampilkan tarian yang diciptakannya.Kemudian terciptalah 5 komponen penari yang mengisi Tari Reog Ponorogo, diantaranya :

  • Prabu Kelono Sewandono
  • Patih Bujangganong
  • Jathil
  • Pembarong
  • Warok

Yang membuat kagum dengan tarian ini adalah ada sesi yang mana seorang penari menggunakan topeng seperti barongsai yang mempunyai ukuran yang besarnya melebihi dari badannya, berat topeng itu sekitar 50 kg. Kemudian para  penari itu menahan topeng seberat itu dengan memakai giginya,bisa anda  bayangkan bagaimana caranya para penari itu bisa membawa beban berat 50 kg dengan giginya, tentu saja itu adalah trik khusus yang dimainkan oleh seorang Reog.

Topeng yang dipakainya pun tidaklah murah, dan cara pembuatannya pun membutuhkan waktu yang tidak singkat. Pengrajin topeng reog pun tidak cuman belajar 5 -12 bulan. rata-rata mereka menghabiskan 7-10 tahun untuk belajar membuat topeng ini.Merupakan seni yang memang harus kita pertahankan.

Untuk belajar tarian ini juga tidak mudah memerlukan atau memakan waktu yang lebih lama, karena tiap sesi penari akan diganti dengan tarian yang begitu berbeda beda. Seperti novel saja. Ada kata pengantar, pembukaan, isi cerita, penutup dan prolog.

Tidak heran, sehingga tarian ini sangat diminati oleh wisatawan asing. Kita harus bangga punya budaya beraneka ragam,yang telah dirintis puluhan tahun.Termasuk tarian reog ponorogo.

Itulah tujuh tarian yang berasal dari jawa timur yang harus selalu dilestarikan,yang bertujuan agar semua seni budaya yang ada diindonesia bisa terjaga dan terus berkembang dan tambah maju dengan pesat, sehingga indonesia menjadi tambah maju,tentu semua ini harus dengan perjuangan kita sebagai penerus bangsa ini,agar seni budaya yang ada diindonesia tidak hilang begitu saja,dengan adanya artikel yang ditulis oleh GENERALSIP.COM semoga menjadikan informasi yang bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel